Masa Depan Musik

Sekarang banyak orang bermusik. Bahkan berkali-kali lipat dibanding jaman dulu, terutama sejak dikenal internet. Semua orang bisa menaruh contoh rekamannnya di myspace. Itu memang hal positif. Namun jumlah musik bagus sekarang tidak akan bisa dibandingkan dengan musik lama. Bukannya Saya membenci musik baru—Saya masih mendengarkan Muse, Maroon 5 sampai Kanye West. Musik sekarang kebanyakan musik jelek. Ambil contoh besar, mereka para label sekarang hanya memanfaatkan musik sebagai tujuan komersil. Tanpa mau tahu lagi lagu apa yang sedang dibuat. Melihat tindakan idiot Melly Goeslaw mengumpulkan para amatiran yang menyebut diri mereka BBB. Sungguh menyedihkan keadaan mereka yang berdiri tanpa dasar alasan yang jelas. Mereka seperti koki yang membuat makanan tanpa persiapan resep sekalipun, tetapi semua pelanggan suka.

Begitu juga dengan keluarnya band-band indie dari sarangnya. Hanya sedikit dari mereka yang benar-benar bisa bermain musik. Sisanya hanya membuat Saya ingin menutup telinga saja. Seperti Kangen band yang muncul dengan persiapan yang jelek. Kesuksesannya secara komersil membuat banyak band-band lainnya nekat mengikuti jejaknya. Itu belum masuk hitungan band-band punk lokal yang sama sekali tidak tahu cara bermusik. Mereka bahkan tidak tahu apa itu musik punk. Di sini saya bukannya mencoba untuk menjadi Simon Cowell. Tapi itu membuat langkanya istilah superstar di kemudian hari dan keperkasaan rock and roll meredup.

Anda boleh mempertanyakan popularitas seorang Bruce Springsteen atau Bob Dylan kepada orang-orang sekitar. Mereka akan bertanya balik, “Siapa dia? Dan siapa yang peduli?” Itu sudah menandakan banyak orang tidak tahu musik secara universal. Orang tua lahir, memuja-muja Led Zeppelin kemudian mati. Dan generasi selanjutnya lahir, dan tidak mau tahu tentang Led Zeppelin. Mereka sama seperti mengaku pecinta film tapi tidak tertarik menonton Gone With the Wind atau klasik lainnya.

Semua orang tahu Elvis Presley. Pertanyaanya adalah siapa yang mau mendengarkan Elvis bernyanyi? Memisah-misahkan musik berdasarkan tahun sudah melanggar definisi keadilan itu sendiri. Elvis sudah mati, jaman sudah berubah. Apa-apaan? Sah-sah saja jika Anda tidak menyukai lagu Elvis. Tapi sangat menyedihkan hidup Anda jika tidak mau mendengarkan lagu Elvis. Semua orang pernah melihat gambar Kurt Cobain dan Sex Pistols di baju-baju yang dijual di pasar. Dan mereka menganggap itu keren walaupun belum pernah mendengar lagu-lagunya.

Banyak pendengar musik baru yang tidak mementingkan artistik akan berkata Tom DeLonge lebih hebat bermain gitar dibanding Jimi Hendrix.. Mereka sudah menghakimi duluan sebelum melihat aksi garang dewa gitar Hendrix. Klise tingkat tinggi ketika ada orang bilang Tom lebih muda dibanding Hendrix. Contoh—bukan pengandaian—lain? Dengar jawaban orang lain yang membandingkan gitaris Gigi dengan Keith Richards. Sebenarnya itu akibat kurang eksplorasi terhadap musik lama dan terjebak di jalur yang sama.

Kelangkaan musik juga mempersuram gambaran masa depan musik itu sendiri. Jadi berterimakasihlah dengan adanya amazon. Saya tidak akan pernah mengetahui lagu-lagu Bob Dylan jika saja Saya tidak ulet mencari CDnya di rak paling pojok bawah dan ditutupi CD artis lain di sebuah toko musik di daerah Saya. Kedekatan seorang fans terhadap artis lama yang hanya memiliki album Greatest Hits saja. Retailer lokal memang terkadang memberi perlakuan khusus (atau menganak tirikan?) terhadap artis-artis lama. Kecuali Aerosmith, Saya jarang melihat lagu-lagu lama pada album aslinya. Beberapa album The Beatles yang beredar di negara Saya semuanya adalah kumpulan lagu-lagu terbaik mereka.

Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi musik itu sendiri. Setelah Anda bisa menciptakan lagu sendiri lewat komputer—di ruang mana saja tempat Anda menaruh komputer—, Anda bisa langsung mengupload lagu itu di myspace Anda. Mudah kan? dAn tiadk ada yang bisa memprediksi kesuksesan Anda selanjutnya. Juga segi positif bagi para pendengar musik, sample bisa didengar di Youtube yang juga mempromosikan lagu itu sendiri. Atau untuk remaster lagu-lagu klasik sampai enak didengar anak-anak jaman iPod.

Pembajakan merupakan tantangan terbesar di dunia hiburan yang juga disebabkan kemajuan teknologi. Musik sekarang kebanyakan berwujud MP3. Lebih praktis juga lebih berbahaya. Orang-orang bisa mendapatkan 150 lagu dengan harga lima ribu. Sedangkan orang-orang dengan kelas lebih tinggi mendapat 15 lagu dengan harga 75 ribu. Apalagi sejak mengenal yang namanya internet. Musik semakin cepat, murah dan mudah didapat. Bahkan lebih mudah daripada membuang air besar. Setelah Anda mendownloadnya secara gratis, Anda bisa memasukkannya ke dalam iPod Anda. Itu akan dapat menyebabkan punahnya piringan hitam dan CD.

Dengan mengenal istilah download secara ilegal di internet, apa tujuan artis merilis banyak hit single? Agar menjadi artis dengan lagu paling banyak didownload di internet! Penjualan album jauh merosot. Anda tidak akan lagi menemukan sold out album seperti Michael Jackson, Bee Gees dan Eagles dulu. Namun Kanye West yang masuk daftar top artists di internet. Kehadiran MTV juga Saya rasa menjadi mimpi yang lebih buruk. Tidak akan ada orang yang menyalahkan Anda menonton MTV. Musik diputar dengan gratis. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Anda suka American Idiot? Silahkan terus duduk di depan TV layar datar Anda, mendengarkan lagunya yang diputar bisa sampai 16 kali sehari di MTV. Dengar terus sampai Anda sendiri merasa muak dengan lagunya.

Leave a Reply