Archive for October, 2007

Grindhouse

Sunday, October 28th, 2007

Grindhouse

A

Bagaimana bila dua sutradara nyentrik dan jenius membuat dua film gila? Pasti akan menjadi fitur ganda gila dan sinting namun luar biasa. Well, Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez melakukannya. Jika masih butuh kamus Grindhouse (n) berarti bioskop yang memutarkan dua film eksploitasi kelas B—sebut saja murahan— yang mengandung unsur seks, kekerasan dan subyek ekstrim lainnya secara back to back pada dekade 60 dan 70-an. Begitu juga dengan grindhouse tahun 2007 ini. Dua fitur film dipisahkan dengan beberapa trailer palsu yang lengkap dengan reel hilang, iklan makanan dan kesehatan. Jangan salah dulu, walaupun film kelas B, karisma Tarantino dan Rodriguez mampu menggaet bintang-bintang macam Rose McGowan, Fergie, Rosario Dawson, Kurt Russell serta sutradara-sutradara top spesialis film-film hebat bergaya kelas B untuk membuat trailer-trailer palsu tersebut. Sebut saja trailer “Machete” karya Rodríguez sendiri yang memakai sepupunya—mantan narapidana—Danny Trejo sebagai aktornya, segmen trailer “Thanksgiving” karya Eli Roth (Hostel), trailer “Werewolf Woman of the SS” karya Rob Zombie (The Devil’s Reject) yang notabene merupakan remake film grindhouse klasik ILSA: She Wolf of the SS serta segmen “Don’t” dari Edgar Wright (Shaun of the Dead). Berharap saja tidak ada anak-anak penggemar Spy Kids yang tertarik menonton spin off aksi paman Machete itu.

Untuk fitur film pertama, dipersembahkan “Planet Terror” karya Rodriguez. Bergenre action-horror, Planet Terror menceritakan tentang sebuah kota yang terjangkit virus dimana korban-korban yang terinfeksi akan menjadi zombie dengan kulit bergelembung. Seorang penari telanjang, Cherry (Rose McGowan), yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan. Di sisi lain, virus semakin tersebar luas. Sehingga bersama pacarnya, El Wray (Freddy Rodríguez), Dr. Dakota Block (Marley Shelton) dan beberapa orang yang selamat, Cherry merupakan harapan terakhir manusia dengan machina gun berkekuatan tinggi yang dipasang pada kaki kanannya. Nikmati saja aksi yang rasanya seperti Van Helsing pada film-film Michael Dudikoff. Dan sebagai penyegar, lihat cameo dari Bruce Willis sampai Quentin Tarantino.

Dan fitur kedua, Death Proof karya Tarantino. Berbeda dengan Planet Terror yang kick-ass babe, Death Proof mengusung tema slasher thriller yang tampil sebagai film kelas B dengan basis naskah yang sangat kuat—Tarantino mengaku naskah Death Proof adalah yang terbaik diantara yang pernah ia buat. Penuh dengan obrolan-obrolan kotor dari para gadis-gadis nakal serta ketegangan murahan yang berhasil diciptakan Tarantino pada setengah jam terakhir. Seorang psikopat maniak, Stuntman Mike (Kurt Russell), berencana membunuh beberapa gadis dibalik mobil raksasa yang disebutnya Death Proof (anti kematian), meluncur dengan kecepatan 200 mil per jam! Cukup menyenangkan melihat wanita-wanita cantik seperti Rosario Dawson, stuntman asli Zöe Bell dan pemeran cheerleader berbaju kuning Mary Elizabeth Winstead diteror oleh seorang stuntman bajingan. Dengan pergerakan kamera yang minim, Tarantino bisa memberi kesan kepada penonton bahwa mereka benar-benar sedang menonton film kelas B era Vanishing Point. Patut disayangkan juga Mickey Rourke tidak jadi mengambil peran Stuntman Mike, padahal Rourke sudah tampil cukup baik sebagai karakter sangar Marv dalam Sin City. Siap-siap saja untuk menonton lap dance dari si seksi Vanessa Ferlito serta cameo dari seorang psikopat bernama Eli Roth.

Semua orang yang terlibat dalam produksi film ini sudah masuk ke dalam jiwa semangat grindhouse. Saya cinta konsep yang dibuat sutradara Reservoir Dogs, Desperado, Pulp Fiction, From Dusk Till Dawn, Once Upon A Time in Mexico, Kill Bill dan Sin City ini. Diantara dua film itu, bisa dibilang Death Proof memiliki dasar naskah yang lebih baik. Saya sangat suka bagaimana Tarantino mengakhiri nyawa para gadis serta filmnya sendiri. Namun tak adil rasanya jika melihat hanya dari satu film karena ini adalah grindhouse. Menilai secara keseluruhan akan jauh lebih baik mengingat konsep yang dipakai memang luar biasa unik. Score yang dibuat Rodriguez sangat memorable serta pemilihan soundtrack yang tepat oleh Tarantino—seperti yang selalu ia lakukan. Sayangnya untuk menghindari rating NC-17, Tarantino dan Rodriguez harus mengurangi unsur eksploitasi seks dan kekerasan yang berlebihan—kalau saja mereka tidak mau diomeli oleh Weinstein Company. Bahkan faux trailernya sendiri lebih memiliki unsure-unsur tersebut disbanding dua fitur utamanya.Tetap saja Grindhouse perlu rating X. Film ini tidak artistik, namun kreatif, tidak biasa dan benar-benar tontonan langka. Secara keseluruhan film ini merupakan wajib tonton bagi siapapun yang menghargai film terutama jika film ini diputar di bioskop—karena satu tiket dapat dua film hebat—, khususnya lagi jika Anda penggemar Rose McGowan karena bersialah untuk double McGowan. Takkan ada orang yg mau memberikan oscar pada Grindhouse. Tapi tetap saja Grindhouse adalah sebuah mahakarya sinema.

2007

Jenis:

Aksi, Horror, Thriller

Sutradara:

Quentin Tarantino, Robert Rodriguez

Pemain:

Rose McGowan, Freddy Rodriguez, Marley Shelton,

Kurt Russell, Rosario Dawson, Zöe Bell

Penulis:

Quentin Tarantino, Robert Rodriguez

Produser:

Weinstein Company

MPAA

Rating: R